PELATIHAN – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Indonesia, membuka Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) di lima destinasi prioritas, diantaranya di Borobudur. Foto ali subchi

BERITAMAGELANG.ID – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Indonesia, memandang perlu adanya wadah partisipasi masyarakat yang berfungsi membantu mitra pemerintah, terutama dalam mengembangkan kerajinan, khususnya mendukung pariwisata di lima destinasi super prioritas, yakni Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika dan Labuhan Bajo.

“Peranan dan arti penting industri kerajinan dalam pembangunan bangsa,  wahana pemerataan pendapatan, dan menciptakan usaha baru serta upaya pelertarian budaya bangsa,” kata Wakil Ketua Harian II Dekranas,  Nanny Hadi Tjahyono, dalam sambutan virtual disiarkan di Omah Mbudur, Jowahan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (27/9-2020).

Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Indonesia, membuka Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Borobudur. Pelatihan diikuti 1.000 orang peserta, terdiri dari 200 orang di masing-masing destinasi, yakni Toba, Borobudur, Likupang, mandalika dan Labuhan Bajo. Kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan juragan-juragan baru untuk kebanggaan Indonesia.

Peserta PKW di KSPN Borobudur, diikuti oleh 200 orang berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota Magelang, berlangsung mulai 27 – 31 September 2020, dengan melibatkan Pusat Kegiatan Belajar, yakni PKBM Ngudi Ilmu Salaman Magelang, SMK Al Huda Salaman, SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, SMK Maarif Salam, Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur, Keluarga Besar Putra Putri POLRI Daerah Jawa Tengah, Resor Magelang dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Magelang.

Menurut  Nanny Hadi Tjahjanto, Dekranas sudah berusia empat dasawarsa dalam menjalankan program kerjanya, dan memiliki visi luhur, mendukung kemandirian ekonomi Indonesia, melalui pengembangan sektor kriya berbasis kreatif, kearifan lokal, nilai tambah tinggi daya saing, serta mampu bersaing di dalam maupun luar negeri sebagai motor penggerak ekspor.

Indonesia saat ini sudah menapaki Industri 4.0 yang antara lain ditandai serba digitalisasi dan otomatisasi, namun belum semua elemen masyarakat belum menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya termasuk di bidang kriya kerajinan.

Untuk itu, dekranas mengambil inisiatif mendorong semua elemen pelaku usaha, kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0,  dengan mendorong sektor pendidikan nonformal, atau vokasi untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan, dengan tatanan dan kebutuhan pada era sekarang ini termasuk bidang kerajinan.

Melalui kurikulum ini, akan membuka akses bagi generasi milenial, guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya untuk menjadi wirausahawan yang berkompetitif dan produktif, mewujudkan produsen yang cerdas berbasis teknologi kekinian. “Dengan harapan, pelatihan ini akan timbul juragan-juragan baru untuk menjadi kebanggaan Indonesia,” jelas Nanny.

Karena PKW, merupakan layanan pendidkan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengeola potensi diri dan lingkungan, yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha yang di dalamnya memiliki kurikulum kecakapan, materi kewirausahaan, ketrampilan kriya berbasis teknologi, dan rintisan usaha yang mengedepankan teknologi informasi komputer.

Sementara itu, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Endang Budi Karya Sumadi dalam sambutan secara virtual menambahkan, pihaknya sepakat sinergi program penumbuhan wirausaha baru, dengan berkolaborasi bersama lembaga lain. Tujuannya,  mendorong dan meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha.

“Kegiatan ini untuk  menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal di kawasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebagai lima destinasi pariwisata super prioritas. Program sinergi akan dilaksanakan di Borobudur untuk menciptakan wirausaha baru,” jelasnya.

Mengingat dampak pandemi Covid-19, dan keseluruhan ada lima destinasi. Maka program ini, akan diselenggarakan atas seizin Dinas Kesehatan setempat, dan memenuhi syarat protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ketua Dekranasda Jateng, Siti Atikoh Ganjar Pranowo dalam sambutan yang dibacakan Ketua Harian Dekranasda Jateng, Peni Rahayu menyebutkan, pandemi Covid-19 memberi dampak signnifikan pada berbagai pihak termasuk UKM koperasi, IKM di Jawa Tengah.

Namun, tak sedkit koperasi dan IKM dengan jiwa wirausaha yang tangguh justru menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang. “Uang dan peluang masih ada tetapi prioritas telah berubah jadi kita harus menyesuaikan model berbisnis dan model usaha kita dengan banyak melibatkan komunitas-komunitas yang ada,” katanya.

Dengan PKW dan pelatihan kerajinan diharapkan para IKM termotivasi untuk menjadi kreatif inovatif dan produktif dalam mengembangkan usahanya di tengah pandemi Covid-19, mampu tetap bersaing dengan produk yang ada di luar yang cukup banyak hadir di market place saat ini.

Sumber: http://beritamagelang.id/