Ketua Harian Dekranasda Jateng, Peni Rahayu melihat hasil kerajinan usaha kecil di Borobudur dalam pembukaan PKW di Omah Mbudur, Jowahan, Wanurejo, Borobudur, Minggu (27/9/2020). – Harian Jogja/Nina Atmasari

Harianjogja.com, MAGELANG– Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Indonesia membuka Pelatihan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Borobudur, Minggu (27/9/2020). Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan juragan-juragan baru untuk kebanggaan Indonesia.

Wakil Ketua Harian 2 Dekranas, Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan Dekranas sudah berusia empat dasawarsa dalam menjalankan program kerjanya, dan memiliki visi luhur mendukung kemandirian ekonomi Indonesia melalui pengembangan sektor kriya berbasis kreatif, kearifan lokal, nilai tambah tinggi daya saing serta mampu bersaing di dalam maupun luar negeri sebagai motor penggerak ekspor.

“Peranan dan arti penting industri kerajinan dalam pembangunan bangsa adalah sebagai wahana pemerataan pendapatan, menciptakan usaha baru serta upaya pelertarian hasil budaya bangsa,” katanya, dalam sambutan virtual yang disiarkan di Omah Mbudur, Jowahan, Wanurejo, Borobudur.

Dekranas memandang perlu adanya wadah partisipasi masyarakat yang berfungsi membantu mitra pemerintah dalam mengembangkan kerajinan khususnya mendukung pariwisata di lima destinasi super prioritas yaitu Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika dan Labuhan Bajo.

Indonesia saat ini sudah menapaki Industri 4.0 yang antara lain ditandai serba digitalisasi dan otomatisasi, namun belum semua elemen masyarakat belum menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya termasuk di bidang kriya kerajinan.

Melihat hal ini Dekranas mengambil inisiatif mendorong semua elemen pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0 dengan mendorong sektor pendidikan nonformal atau vokasi untuk menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan tatanan dan kebutuhan pada era sekarang ini termasuk bidang kerajinan.

Kurikulum ini dimaksudkan untuk membuka akses bagi generasi milenial, guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya untuk menjadi wirausahawan yang berkompetitif dan produktif mewujudkan produsen yang cerdas berbasis teknologi kekinian. “Dengan harapan pelatihan ini akan timbul juragan-juragan baru untuk menjadi kebanggaan Indonesia,” jelas Nanny.

Ia menjelaskan PKW merupakan layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengeola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha yang di dalamnya memiliki kurikulum kecakapan, materi kewirausahaan, ketrampilan kriya berbasis teknologi, dan rintisan usaha yang mengedepankan teknologi informasi komputer.

Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Endang Budi Karya Sumadi yang juga memberikan sambutan secara virtual menambahkan pihaknya sepakat sinergi program penumbuhan wirausaha baru dengan berkolaborasi bersama lembaga lain.

Sinergi program kerja dimaksud mendorong dan meningkatkan minat masyarakat untuk berwirausaha dengan menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya lokal di kawasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai lima destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

“Program sinergi akan dilaksanakan di Borobudur untuk menciptakan wirausaha baru menghadapi dampak pandemi Covid-19, dan keseluruhan ada lima destinasi super prioritas di Indonesia. Program ini akan diselenggarakan atas seizin Dinas Kesehatan setempat dan memenuhi syarat protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Ketua Harian Dekranasda Jateng, Peni Rahayu yang membacakan sambutan Ketua Dekranasda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan pandemi Covid-19 memberi dampak signifikan pada berbagai pihak termasuk UKM, koperasi dan IKM di Jawa Tengah.

Namun, tak sedikit koperasi dan IKM dengan jiwa wirausaha yang tangguh justru menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang. “Uang dan peluang masih ada tetapi prioritas telah berubah jadi kita harus menyesuaikan model berbisnis dan model usaha kita dengan banyak melibatkan komunitas-komunitas yang ada,” katanya.

Dengan PKW dan pelatihan kerajinan diharapkan para IKM termotivasi untuk menjadi kreatif inovatif dan produktif dalam mengembangkan usahanya di tengah pandemi Covid-19, mampu tetap bersaing dengan produk yang ada di luar yang cukup banyak hadir di market place saat ini.

Untuk diketahui, Kegiatan PKW di KSPN Borobudur ini diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota Magelang. Kegiatan dilaksanakan 27-31 September 2020. Peserta Didik PKW adalah warga masyarakat di sekitar Destinasi Wisata Super Prioritas Borobudur. Kegiatan ini melibatkan tujuh Pusat Kegiatan Belajar yakni PKBM Ngudi Ilmu Salaman Magelang, SMK Al Huda Salaman Magelang, SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang, SMK Maarif Salam Magelang, Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur, Keluarga Besar Putra Putri POLRI Daerah Jawa Tengah Resor Magelang dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Magelang.