M/Dian Nurlita – PELATIHAN: Ketua Harian Dekranasda Jawa Tengah, Penny Rahayu, saat melihat beberapa hasil kriya pengrajin di sekitar KSPN Borobudur.

MUNGKID, SM Network – Ditengah pandemi Covid-19 ini, Dekranasda mencoba melakukan pengembangan kerajinan pada generasi muda milenial agar tetap berkarya di bidang kerajinan melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang bekerjasama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Program tersebut ditujukan guna memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, sikap dan pola pikir berwirausaha melalui kursus dan pelatihan kepada peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan DU/DI dan atau pasar. Selain itu juga untuk memotivasi dan menciptakan rintisan usaha baru serta pendampingan untuk dapat berkembang dan mampu bermitra dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)/Dunia Usaha, Permodalan, dan Pemasaran serta instansi terkait.

Ketua Harian Dekranasda Jawa Tengah, Penny Rahayu yang mewakili Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Atikhoh Ganjar Pranowo mengatakan bahwa di tengah pandemi ini, uang dan peluang masih ada tetapi prioritas telah berubah.

“Jadi kita harus menyesuaikan model bisnis dan usaha kita dengan banyak melibatkan komunitas-komunitas yang ada,” jelas Penny.

Menurutnya dengan adanya pelatihan pendidikan kecakapan wirausaha baru dan pelatihan kerajinan diharapkan para IKM termotivasi untuk menjadi kreatif, inovatif, dan produktif dalam mengembangakan usahanya di tengah pandemi Covid-19 yang mampu bersaing dengan produk dari luar negeri yang ada di market place saat ini. “Harapannya kita akan bangga dengan produk indonesia,” harapnya.

Sementara itu Ketua Bidang Usaha Baru Dekranas, Endang Budi Karya menjelaskan program pelatihan dan kursus ini selain memberikan kapasitas peningkatan SDM juga memberikan dana bantuan pemerintah, dalam bentuk modal rintissan usaha agar dikembangkan menjadi sentra wirausaha baru kerajinan mendukung pariwisata di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Liukupang dan Labuan Bajo.

“Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan juga upaya untuk menanggulangi remaja putus sekolah dan tidak melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui pendidikan vokasi dengan menyediakan alternatif layanan melalui kursus dan pelatihan,” ujarnya.

Terakhir Wakil Ketua Harian 2 Dekranas, Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan kurikulum pada pelatihan ini dimaksudkan untuk membuka akses bagi generasi milenial guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya. “Dengan harapkan pelatihan ini dapat memunculkan juragan-juragan baru untuk menjadi kebanggaan Indonesia,” kata Nanny.

Diketahui kegiatan PKW di KSPN Borobudur ini diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari wilayah Kabupaten dan Kota Magelang. Kegiatan PKW ini melibatkan 7 pusat kegiatan belajar yang berasal dari penyelenggara pendidikan formal maupun non formal sebagai pelaksana lapangan kegiatan antara lain PKBM Ngudi Ilmu Salaman Magelang, SMK Al Huda Salaman Magelang, SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang, SMK Maarif Salam Magelang, Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur, Keluarga Besar Putra Putri POLRI Daerah Jawa Tengah Resor Magelang, dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Magelang.

Dalam program ini Dekranas juga melakukan rangkaian kegiatan yang bersinergi dengan Kementerian Perhubungan, dengan melatih warga masyarakat yang berminat untuk menekuni bidang kerajinan diutamakan bagi yang sudah mempunyai usaha kerajinan.

Kegiatan pendampingan bagi warga ini diadakan di Kabupaten Gunung Kidul DIY. Kementerian ESDM, dengan mengadakan pelatihan kerajinan batu mulia di Bandung. Kementerian Koperasi dan UKM, pelatihan pewarnaan alam pada kain dan tenun di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, untuk UKM-UKM. Terakhir dengan PT. Telkom, dengan mengadakan pelatihan entrepreneur kepada millenial khususnya mahasiswa di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas.